Silaturahmi dan Koordinasi di Luar Jam Dinas dalam Pembinaan Umat
Oleh KUA Wangon
Banyumas—Upaya pembinaan umat terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wangon melalui silaturahmi dan koordinasi secara berkesinambungan, termasuk di luar jam dinas. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat peran penyuluh dalam memberikan pendampingan keagamaan. Senin (24/08)
Penyuluh Agama Islam KUA Wangon, Sarif, menyampaikan bahwa pembinaan umat tidak hanya dilakukan ketika berada di kantor atau pada jam kerja. Menurutnya, silaturahmi menjadi sarana penting untuk mengetahui berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat serta mencari solusi bersama.
“Silaturahmi dan koordinasi harus terus dilakukan. Di luar jam dinas pun, selama ada kesempatan, kita tetap berusaha hadir dan berkomunikasi dengan masyarakat. Dengan cara ini, hubungan antara penyuluh dan umat semakin dekat,” ujar Sarif.
Senada dengan hal tersebut, Latif menilai komunikasi yang terjalin secara rutin akan memudahkan koordinasi dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan umat membutuhkan kebersamaan, kepedulian, serta komunikasi yang dilakukan secara terus-menerus.
“Kita ingin pembinaan umat berjalan secara berkelanjutan. Koordinasi yang baik akan membuat setiap kegiatan lebih mudah dilaksanakan dan masyarakat merasa mendapatkan pendampingan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga dan memberikan manfaat bagi umat,” kata Latif.
Melalui silaturahmi dan koordinasi yang dilakukan secara konsisten, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon berharap dapat semakin memperkuat sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya kehidupan umat yang semakin harmonis, religius, dan saling peduli.(srf)
