HUT RI #81

Pernikahan Ibarat Baju, Pesan Penghulu KUA Purwokerto Selatan kepada Pengantin

Oleh KUA PURWOKERTO SELATAN
SHARE

Purwokerto — Suasana khidmat menyelimuti prosesi pernikahan yang dilangsungkan di Kantor Urusan Agama (KUA) Purwokerto Selatan. Dalam kesempatan tersebut, penghulu KUA Purwokerto Selatan, Galuh Pranowo, tidak hanya memimpin prosesi akad nikah, tetapi juga menyampaikan khotbah pernikahan yang sarat makna tentang kehidupan rumah tangga. Jumat (28/08)

Dalam khotbahnya, Galuh mengibaratkan pernikahan seperti sebuah baju, sebagaimana pesan yang terkandung dalam Surat Al-Baqarah ayat 187. Allah SWT berfirman bahwa pasangan suami istri adalah pakaian bagi satu sama lain.

“Pernikahan itu ibarat baju. Baju berfungsi untuk menutup, melindungi, menghangatkan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pemakainya. Demikian pula suami dan istri, masing-masing harus mampu menjadi pakaian bagi pasangannya,” tutur Galuh dalam khotbahnya.

Menurutnya, pakaian yang baik bukan hanya dilihat dari keindahannya, tetapi juga dari bagaimana seseorang merawatnya. Begitu pula dalam rumah tangga. Keharmonisan tidak hadir dengan sendirinya, melainkan membutuhkan perhatian, kesabaran, komunikasi, dan kesediaan untuk saling menjaga.

“Ketika baju terkena noda, kita tidak serta-merta membuangnya. Kita mencucinya. Ketika ada bagian yang robek, kita berusaha menjahitnya. Begitu pula ketika dalam rumah tangga muncul persoalan, jangan mudah berpikir untuk berpisah. Hadapi, komunikasikan, dan perbaiki bersama,” pesannya.

Galuh juga mengingatkan bahwa pakaian memiliki fungsi untuk menutupi kekurangan. Karena itu, suami dan istri hendaknya tidak saling membuka aib dan kekurangan pasangan kepada orang lain.

“Suami adalah pakaian bagi istrinya, dan istri adalah pakaian bagi suaminya. Keduanya memiliki kewajiban untuk saling menutup kekurangan, menjaga kehormatan, serta menjadi tempat mendapatkan ketenangan,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi kedua mempelai bahwa akad nikah bukan sekadar pengucapan ijab kabul, tetapi merupakan awal dari perjalanan panjang untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Khotbah pernikahan yang disampaikan Galuh Pranowo, pun menjadi bagian penting dalam prosesi tersebut. Dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, filosofi “pernikahan ibarat baju” diharapkan dapat menjadi bekal bagi pasangan pengantin dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Sebagaimana pakaian yang selalu melekat dan menemani seseorang dalam menjalani aktivitasnya, demikian pula suami dan istri diharapkan dapat selalu hadir satu sama lain—menjadi pelindung, penenang, sekaligus pasangan dalam menghadapi berbagai perjalanan kehidupan.

“Rawatlah pernikahan sebagaimana kita merawat pakaian terbaik. Jangan hanya melihat kekurangannya, tetapi lihatlah nilai, fungsi, dan kebaikan yang ada di dalamnya. Karena rumah tangga yang kuat bukan rumah tangga tanpa masalah, melainkan rumah tangga yang mampu menghadapi masalah bersama,” pungkas Galuh.