Penyuluh Pimpin Kajian Rutin Tarsir Jalalain Surat Al Haj Ayat 5-7
Oleh KUA Tambak
Tambak – Fajar belum sepenuhnya menyingsing, namun suasana hangat penuh kekhusyukan sudah menyelimuti Majelis Taklim Nurul Jami. Puluhan jamaah tampak tekun mengikuti kegiatan kajian rutin pasca-sholat Subuh berjamaah yang mengupas kitab Tafsir Jalalain. Selasa (28/07)
Kajian pada kesempatan kali ini dipimpin langsung oleh Supriyatno, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Tambak. Materi yang diangkat berfokus pada Surat Al-Hajj ayat 5 hingga 7, yang memuat pesan-pesan mendalam mengenai proses penciptaan manusia, tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, serta kepastian hari kebangkitan.
Dalam pemaparannya, Supriyatno membedah makna tersirat dari Ayat 5, di mana Allah SWT mengingatkan manusia tentang ragam tahapan penciptaan—mulai dari tanah, setetes mani, segumpal darah, hingga menjadi segumpal daging. Hal ini disampaikan sebagai bukti tak terbantahkan bagi siapa saja yang masih meragukan adanya hari kebangkitan.
Lanjut pada Ayat 6 dan 7, kajian semakin menyentuh sisi spiritual jamaah. Supriyatno menekankan bahwa keteraturan alam semesta, pergantian kehidupannya yang mati menjadi hidup kembali (seperti tanah gersang yang disiram hujan), merupakan bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa dan Hari Kiamat itu pasti adanya tanpa keraguan sedikit pun.
"Melalui ayat-ayat ini, kita diajak untuk tadabbur dan merenungi asal-usul diri. Pemahaman yang mendalam tentang penciptaan ini hendaknya mempertebal iman dan mempersiapkan bekal terbaik kita menyongsong kehidupan yang abadi," ungkap Supriyatno di hadapan para jamaah.
Kajian rutin Subuh ini berlangsung secara interaktif dan diakhiri dengan doa bersama. Kehadiran penyuluh KUA Tambak di tengah-tengah majelis taklim ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam memperkuat syiar Islam serta memberikan edukasi keagamaan yang menyejukkan bagi masyarakat secara konsisten.
