Penyuluh Perkuat Ukhuwah Dimoment Manaqib Syeikh Abdul Qadir Jailani
Oleh KUA Purwokerto Barat
Banyumas – Majelis Idaroh Ghusniyah Jam’iyyah Ahluth-Thariqah Mu’tabaroh An Nahdliyah (Jatman) MWCNU Purwokerto Barat kembali menyelenggarakan kegiatan pembacaan manaqib Syeikh Abdul Qadir Jailani di Masjid Miftahussalam, Kelurahan Rejasari, Kecamatan Purwokerto Barat. Senin (30/03)
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh para jama'ah thariqah yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas, pengurus MWCNU Purwokerto Barat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara mulai dari pembacaan manaqib, dzikir, sholawat hingga mau’idhoh hasanah.
Pembacaan manaqib dipimpin langsung oleh Kyai Wachid Hasan selaku Pimpinan Idaroh Ghusniyah Jatman Purwokerto Barat. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memimpin jama'ah melantunkan bacaan Manaqib yang memuat tentang kisah-kisah keteladanan dan kemuliaan Syeikh Abdul Qadir Jailani yang menjadi inspirasi dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kecintaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Setelah pembacaan manaqib, acara dilanjutkan dengan mau’idhoh hasanah yang disampaikan oleh Iswanto, Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Barat, dengan mengangkat tema tentang “Tradisi Halal bi Halal di Bulan Syawal”. Ia menjelaskan bahwa tradisi halal bi halal merupakan salah satu kearifan budaya umat Islam di Indonesia yang memiliki nilai luhur dalam mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan setelah menjalani ibadah puasa Ramadhan.
“Halal bi halal bukan sekadar tradisi berkumpul dan bersalaman, tetapi momentum untuk membersihkan hati, menghapus kesalahan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ungkapnya. Ia juga mengajak jama'ah untuk menjadikan bulan Syawal sebagai awal yang baik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama serta menjaga persaudaraan dengan penuh keikhlasan.
Kegiatan manaqiban tersebut berlangsung dengan penuh khidmat hingga akhir acara, meski diguyur hujan deras. Para jama'ah berharap kegiatan rutin ini dapat terus dilaksanakan sebagai sarana memperdalam nilai-nilai spiritual, mempererat ukhuwah, serta melestarikan tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat. (is)
