HUT RI #81

Penyuluh KUA Purwokerto Barat Jadi Dewan Juri Lomba FASI Tingkat Kelurahan Rejasari

Oleh KUA Purwokerto Barat
SHARE

Purwokerto — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Purwokerto Barat, Iswanto, melaksanakan tugas sebagai Dewan Juri dalam Lomba Adzan dan Iqomat pada kegiatan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Tingkat Kelurahan Rejasari, yang diselenggarakan di Masjid At Taqwa Rejasari, Sabtu–Minggu, 22–23 Agustus 2026. Senin (24/08)

Kegiatan FASI tersebut diikuti oleh para santri dan pelajar tingkat SD hingga SMP yang berasal dari berbagai lembaga pendidikan dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kelurahan Rejasari. Ajang ini menjadi salah satu sarana untuk menggali dan mengembangkan potensi anak-anak dalam bidang keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat mencintai masjid dan syiar Islam sejak usia dini.

Dalam pelaksanaan lomba, Iswanto bersama dewan juri lainnya melakukan penilaian terhadap kemampuan peserta dalam melantunkan adzan dan iqomat. Aspek penilaian meliputi kefasihan bacaan, ketepatan makhraj dan tajwid, irama dan suara, serta penghayatan dan adab selama tampil.

Iswanto menyampaikan bahwa lomba adzan dan iqomat bukan sekadar ajang untuk mencari juara, tetapi juga menjadi media pembinaan bagi generasi muda agar memiliki keberanian, keterampilan, serta kecintaan terhadap syiar Islam. “Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar bagaimana mengumandangkan adzan dan iqomat dengan baik dan benar, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, keberanian tampil di depan umum, dan tanggung jawab dalam menjalankan syiar agama,” ungkapnya.

Menurutnya, antusiasme para peserta menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan bagi anak-anak di Kelurahan Rejasari mendapat perhatian yang baik dari masyarakat. Kegiatan FASI juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara santri, orang tua, guru, pengelola TPQ, serta tokoh agama dan masyarakat.

Keikutsertaan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari peran penyuluh dalam memberikan pendampingan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh di tengah kegiatan generasi muda diharapkan dapat semakin memperkuat upaya pembentukan karakter anak yang religius, percaya diri, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an serta syiar Islam.

Pelaksanaan FASI Tingkat Kelurahan Rejasari berlangsung dengan suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap perlombaan dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah positif bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang keagamaan.

Dengan terselenggaranya FASI Tingkat Kelurahan Rejasari, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan dan akhlak yang kuat sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat. (is)