Penyuluh KUA Jatilawang Dalami Pentingnya Kelola Waktu melalui Kajian Kitab Adabul Alim wal Mutaallim
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali melaksanakan kajian kitab *Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kajian yang dilaksanakan secara rutin setiap Kamis pagi ini menjadi salah satu sarana bagi para penyuluh untuk menambah wawasan keilmuan sekaligus memperkuat bekal dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Kamis (10/09)
Pada kajian kali ini, pembahasan melanjutkan materi tentang adab pelajar terhadap dirinya sendiri yang kelima, yaitu seorang pelajar harus mampu membagi seluruh waktunya dan memanfaatkan setiap kesempatan selama hidupnya. Dalam kitab tersebut ditekankan pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu dan umur yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan, sementara sisa umur yang tidak dimanfaatkan untuk hal yang bernilai akan menjadi sesuatu yang sia-sia.
Materi tersebut menjadi refleksi penting bagi para Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Waktu yang dimiliki perlu dikelola secara bijak untuk belajar, beribadah, melaksanakan tugas kedinasan, memberikan bimbingan dan penyuluhan, serta menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
Melalui kajian rutin ini, para Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang diharapkan tidak hanya semakin luas wawasan keilmuannya, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai adab yang dipelajari dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat secara lebih baik, profesional, dan penuh tanggung jawab.
Kegiatan kajian Adabul ‘Alim wal Muta’allim sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar secara berkelanjutan di lingkungan Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, sehingga tugas kepenyuluhan tidak hanya didukung oleh pengalaman, tetapi juga oleh ilmu dan adab yang terus diperbarui.(dy)
