Penyuluh KUA Isi Kajian di MT Al Ikhlas Buniayu Tentang Cara Mendekatkan Diri kepada Allah
Oleh KUA Tambak
Tambak – Menjaga kesucian hati dan mempererat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta menjadi fokus utama dalam kajian rutin di Majelis Taklim Al-Ikhlas, Desa Buniayu. Kajian keagamaan tersebut diisi langsung oleh Lukman Hakim, Penyuluh Agama Islam KUA Tambak. Mengangkat tema sentral "Suluk: Mendekatkan Diri kepada Allah", pencerahan yang disampaikan berhasil menyedot perhatian dan kekhusyukan para jamaah yang hadir. Selasa (28/07)
Dalam pemaparannya, Lukman Hakim menjelaskan bahwa suluk secara harfiah dan hakikat merupakan perjalanan spiritual seorang hamba untuk menempuh jalan menuju ridha Allah SWT. Proses ini tidak hanya berkaitan dengan ibadah ritual semata, melainkan juga penataan hati dan perilaku sehari-hari.
Ia menekankan beberapa poin penting dalam menjalankan suluk, di antaranya:
-
Pembersihan Diri (Tazkiyatun Nafs): Menjauhi sifat-sifat tercela seperti riya, sombong, dan iri hati.
-
Konsistensi Ibadah (Istiqamah): Memperbanyak zikir, mendekatkan diri melalui amalan sunnah, serta menjaga sholat berjamaah.
-
Kesadaran Diri (Muraqabah): Menghadirkan rasa selalu diawasi oleh Allah SWT dalam setiap helai napas dan langkah kehidupan.
"Suluk bukan berarti kita harus mengasingkan diri dari dunia, melainkan bagaimana hati kita tetap terikat erat kepada Allah di tengah riuk-pikuk aktivitas duniawi yang kita jalani," terang Lukman Hakim di hadapan para jamaah.
Kajian berlangsung penuh kehangatan dan diakhiri dengan sesi tanya jawab serta doa bersama. Kehadiran Penyuluh Agama Islam di Majelis Taklim Al-Ikhlas Buniayu ini diharapkan dapat terus membimbing masyarakat dalam memperdalam pemahaman ketauhidan dan akhlakul karimah.
