Penyuluh Ajak Jamaah Selami Hikmah Puasa di Masjid Miftahul Huda
Oleh KUA JATILAWANG
Banyumas – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Miftahul Huda, Desa Adisara, Kecamatan Jatilawang, pada pelaksanaan salat Jumat pekan ini. Kehadiran Rais Rudiansyah, yang merupakan Penyuluh Agama dari KUA Jatilawang, menjadi magnet tersendiri bagi warga setempat. Beliau hadir untuk menunaikan tugas mulia sebagai imam sekaligus khatib di hadapan ratusan jamaah yang memadati ruang utama masjid. Jumat (27/02)
Dalam khutbahnya, Rais Rudiansyah mengusung tema yang sangat relevan dengan persiapan batin umat Islam, yakni "Menyelami Hikmah Puasa". Beliau memaparkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, melainkan sebuah madrasah ruhani untuk membentuk karakter yang bertakwa (muttaqin). Penjelasan yang disampaikan dengan bahasa yang santun dan bernas ini berhasil memukau para jamaah yang hadir di Masjid Miftahul Huda.
Rais menekankan bahwa salah satu hikmah terbesar dari ibadah puasa adalah melatih kepekaan sosial dan pengendalian diri. Menurutnya, dengan merasakan rasa lapar, seorang mukmin diajak untuk lebih peduli terhadap nasib sesama yang kurang beruntung. Selain itu, puasa menjadi momentum emas untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit batin, sehingga selepas menjalankan ibadah tersebut, setiap individu diharapkan lahir kembali dengan jiwa yang lebih bersih dan kuat secara spiritual.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Jatilawang untuk menjalin silaturahmi langsung dengan masyarakat di tingkat desa, khususnya di wilayah Kedungwringin dan sekitarnya. Melalui kehadiran para penyuluh di mimbar-mimbar masjid, diharapkan pesan-pesan keagamaan yang moderat dan menyejukkan dapat tersampaikan dengan baik hingga ke akar rumput, sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga.
Pelaksanaan salat Jumat tersebut berjalan dengan sangat lancar dan tertib. Sejak dimulainya azan pertama hingga rangkaian doa setelah salat selesai, para jamaah tampak mengikuti setiap prosesi dengan penuh kekhusyukan. Kehadiran sosok penyuluh agama yang terjun langsung ke lapangan seperti ini mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat setempat karena dinilai mampu memberikan pencerahan yang segar dan mendalam.
Sebagai penutup, acara ini menegaskan pentingnya sinergi antara instansi keagamaan seperti KUA dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis. Dengan berakhirnya rangkaian salat Jumat tersebut, diharapkan pesan-pesan tentang hikmah puasa yang disampaikan oleh Rais Rudiansyah dapat menjadi bekal berharga bagi jamaah dalam menyongsong dan menjalani bulan suci dengan penuh makna.
