Pengingat Pentingnya Waktu, Jamaah Masjid Baitul Muminin Kebasen Simak Kajian Jagalah Lima Sebelum Datang Lima
Oleh KUA kebasen
Kebasen – Jamaah Masjid Baitul Mu meyakini pentingnya introspeksi diri dalam mengelola waktu sehari-hari melalui kegiatan kajian rutin bakda Dhuhur. Bertempat di Masjid Baitul Mu'minin Kebasen, kajian kali ini menghadirkan penceramah Achmad Chusnaini, yang mengusung tema "Memanfaatkan Lima Kesempatan Sebelum Datang Lima Kesempitan". Kamis (06/08)
Dalam tausiyahnya, Ustadz Achmad Chusnaini mengingatkan kembali pesan mendalam Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Al-Hakim. Ia menegaskan agar setiap muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup yang dimiliki sebelum semuanya terlambat.
Ustadz Achmad Chusnaini secara rinci membedah lima perkara penting yang harus dimaksimalkan oleh setiap hamba:
-
Masa Muda Sebelum Masa Tua: Memanfaatkan usia muda dan waktu produktif untuk memperbanyak amal ibadah serta karya yang bermanfaat.
-
Masa Sehat Sebelum Masa Sakit: Menggunakan kebugaran fisik sepenuhnya untuk berbuat kebaikan sebelum terhalang oleh kondisi tubuh.
-
Masa Kaya Sebelum Masa Miskin: Memperbanyak sedekah dan gemar berbagi ketika masih diberikan kelebihan rezeki.
-
Masa Luang Sebelum Masa Sibuk: Mengisi setiap waktu kosong dengan aktivitas positif yang bernilai pahala.
-
Masa Hidup Sebelum Kematian: Menjadikan seluruh perjalanan hidup sebagai kesempatan terakhir untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat.
"Kelalaian terhadap waktu sering kali baru disadari ketika kesempatan itu telah hilang. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk senantiasa bermuhasabah dan bijak dalam mengelola waktu sehari-hari," ujar Ustadz Achmad Chusnaini di hadapan para jamaah.
Suasana kajian berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak menyimak setiap poin pesan moral yang disampaikan sebagai bahan renungan diri.
Kegiatan rutin ini kemudian diakhiri dengan sesi doa bersama, memohon keselamatan, ketetapan iman, serta keberkahan bagi seluruh jamaah Masjid Baitul Mu'minin Kebasen dan masyarakat sekitar.
