HUT RI #81

Pastikan Ketepatan Arah Kiblat, Penyuluh dan Tim SAFAC Laksanakan Farah Kemas di Masjid Ulul Albab MIN 1 Banyumas

Oleh KUA baturraden
SHARE


Purwokerto — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat terus dilakukan melalui pemanfaatan ilmu falak dalam penentuan arah kiblat. Hariyanto, Penyuluh Agama Islam KUA Baturraden sekaligus anggota Tim Satria Falak Community (SAFAC) Banyumas, melaksanakan tugas Program Fasilitas Ukur Arah Kiblat Kementerian Agama Kabupaten Banyumas (Farah Kemas) di Masjid Ulul Albab MIN 1 Banyumas. Senin (14/09)

Masjid Ulul Albab MIN 1 Banyumas yang beralamat di Jl. Supriyadi Gg. Satria 1, Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pengukuran dan pengecekan arah kiblat. Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar untuk membantu memastikan arah kiblat masjid melalui proses pengukuran yang dilakukan secara ilmiah, cermat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pelaksanaannya, Hariyanto bersama Tim SAFAC Banyumas melakukan proses pengukuran dengan penuh ketelitian. Kegiatan diawali dengan persiapan peralatan serta peninjauan kondisi lokasi yang akan digunakan sebagai titik pengukuran. Selanjutnya dilakukan penentuan posisi dan pengamatan untuk mendapatkan arah yang menjadi acuan dalam pengecekan arah kiblat.

Proses pengukuran dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan berbagai aspek teknis yang diperlukan. Setelah memperoleh acuan arah kiblat, dilakukan pengecekan terhadap posisi atau arah saf di dalam masjid untuk melihat kesesuaiannya dengan hasil pengukuran.

Kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi aktivitas teknis. Lebih dari itu, Farah Kemas memiliki nilai edukatif dalam memperkenalkan kepada masyarakat mengenai pentingnya ilmu falak dalam kehidupan umat Islam. Ilmu falak memiliki peran dalam membantu umat menentukan berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah, salah satunya adalah penentuan arah kiblat.

Ketepatan arah kiblat menjadi salah satu hal yang penting dalam pelaksanaan salat. Oleh karena itu, pengecekan dan pengukuran arah kiblat dengan metode yang tepat merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan keyakinan dan kenyamanan kepada jamaah dalam melaksanakan ibadah.

Keterlibatan Hariyanto sebagai Penyuluh Agama Islam sekaligus anggota Tim SAFAC Banyumas juga menunjukkan bahwa tugas penyuluh agama dapat bersinergi dengan berbagai bidang keilmuan yang mendukung pelayanan keagamaan. Penyuluh tidak hanya berperan dalam memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam pelayanan masyarakat melalui kegiatan yang berkaitan dengan ilmu falak.

Pelaksanaan kegiatan di Masjid Ulul Albab MIN 1 Banyumas berlangsung dalam suasana tertib dan serius. Proses pengukuran dilakukan dengan memperhatikan kondisi lokasi secara seksama sehingga setiap tahapan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman bahwa penentuan arah kiblat dapat dilakukan dengan pendekatan ilmiah tanpa mengesampingkan nilai-nilai keagamaan.

Program Farah Kemas menjadi salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang mempertemukan pengetahuan agama, ilmu falak, dan pendekatan ilmiah. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat memperoleh pemahaman bahwa pengukuran arah kiblat bukan sekadar persoalan menentukan arah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik bagi umat dalam menjalankan ibadah.

Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat tentu perlu mendapatkan perhatian dalam berbagai aspek, termasuk memastikan arah kiblatnya. Dengan adanya pengukuran dan pengecekan secara berkala atau ketika diperlukan, pengelola masjid dan jamaah dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai arah kiblat berdasarkan hasil pengukuran.

Kegiatan Farah Kemas juga mencerminkan pentingnya sinergi antara Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Tim Satria Falak Community (SAFAC) Banyumas, KUA, serta pengelola tempat ibadah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi umat mengenai ilmu falak.

Melalui kegiatan ini, Hariyanto dan Tim SAFAC Banyumas turut mengambil bagian dalam memberikan pelayanan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan umat. Ketelitian dalam melakukan pengukuran menjadi bagian dari tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, edukatif, dan bermanfaat.

Ke depan, Program Farah Kemas diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Banyumas. Semakin banyak masjid dan tempat ibadah yang mendapatkan layanan pengukuran arah kiblat, semakin luas pula edukasi mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat dan pemanfaatan ilmu falak dalam mendukung pelaksanaan ibadah.

Dengan memadukan semangat pelayanan, keilmuan, dan pengabdian kepada masyarakat, kegiatan pengukuran arah kiblat diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan tempat ibadah yang semakin nyaman dan memberikan ketenangan bagi umat dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT.
(Hari)