Pameran Karya dan Pentas Seni Siswa Kelas XII MAN 3 Banyumas

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Banyumas— Para siswa kelas XII MAN 3 Banyumas telah melaksanakan Pameran Karya dan Pentas Seni selama dua hari pada Kamis dan Jumat (7—8/4) di Aula Mantibas. Kegiatan tersebut bertujuan menampilkan hasil karya siswa kelas XII, baik berupa kerajinan tangan maupun pementasan seni, yang telah mereka nilaikan dalam ujian praktik. Selain itu, pameran juga bertujuan melatih siswa berwirausaha dengan menjual produk yang telah mereka buat pada saat pelaksanaan ujian praktik.

Kegiatan tersebut dibuka Kamis ba’da Dzuhur (7/4) oleh Sri Budiman,S.Pd., selaku waka kesiswaan. Dalam sambutannya, Sri Budiman menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya pada para siswa yang telah mampu menunjukkan kreativitasnya. “Dalam pameran ini, kalian telah mampu menampilkan bakat-bakat terpendam yang tidak bisa dinilai dengan uang. Tida ada karya yang dipandang sebelah mata karena semua karya yang ditampilkan tentu memiliki kelebihan dan keunikannya masing-masing. Semoga kalian menjadi generasi penerus yang mampu membawa nama baik MAN 3 Banyumas dan memiliki keberkahan dalam kehidupan,” pungkasnya mengakhiri sambutan.

Berbagai karya yang ditampilkan merupakan karya siswa saat ujian praktik. MAN 3 Banyumas telah melaksanakan kegiatan Ujian Praktik selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (15—17/3). Ujian praktik tersebut meliputi ujian mata pelajaran Prakewi (Prakarya dan Kewirausahaan) dan Seni Budaya. Pada saat pelaksanaan ujian praktik, siswa dibebaskan membuat karya sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkreasi dan berinovasi. Kegiatan tersebut dilakukan secara individu dengan biaya mandiri dari siswa dan dikerjakan di rumah masing-masing.

Hasil ujian praktik dikumpulkan pada Selasa (22/3) guna pendataan karya siswa. Semua karya siswa kemudian digelar dalam pameran karya. Setiap karya yang dipamerkan diberi identitas pembuat, deskripsi karya, dan harga jual produk sehingga setiap pengunjung pameran bisa mendapatkan informasi tentang produk yang dipamerkan. Produk yang dipamerkan sangat beragam, mulai dari lukisan, hiasan dinding, kaligrafi, kain jumputan, bunga dari berbagai bahan, berbagai kerajinan dari limbah plastik, hingga kain ecoprint. Para siswa terlihat sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Selain pameran karya, dalam kegiatan tersebut juga digelas pentas seni, mulai dari nyanyi solo, band, hingga aneka tari. Pentas seni yang ditampilkan merupakan ajang penampilan bakat, minat, keterampilan, dan kreativitas siswa. Mereka semua mempersiapkan kegiatan tersebut secara mandiri di bawah bimbingan guru pengampu mata pelajaran Prakewi , Siti Dwi Ratna ningsih, S.Pd. yang biasa disapa dengan sebutan Bu Naning dan pengampu Seni Budaya, Jecki Rikza Kamal, S.Pd.

Naning selaku guru Prakewi menyampaikan kebanggaannya karena siswa begitu antusias melaksanakan kegiatan pameran karya. “Saya memotivasi mereka dengan menceritakan kisah-kisah wirausahawan sukses dan mempertontonkan berbagai video kisah inspiratif. Alhamdulillaah semua siswa dapat menampilkan hasil karyanya sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Dalam pameran ini juga akan dapat dilihat siswa yang membuat karya dengan sangat serius dan yang kurang serius. Hasil penjualan karya mereka sepenuhnya menjadi hak siswa,” jelas Naning. Lebih lanjut Naning berharap agar kegiatan mendatang bisa lebih baik dan lebih meriah, siswa lebih kreatif dan lebih antusias dalam pelaksanaannya. Tak jauh berbeda dengan Naning, Jecky selaku guru Seni Budaya juga merasa gembira dan bangga. “Saya gembira dan bangga, ternyata siswa sangat antusia sampai segala sesuatunya mereka persiapkan sendiri. Bangga juga karena kegiatan ini dapat terlaksana dengan biaya mandiri siswa. Semoga ke depan acara semacam ini lebih meriah dan lebih banyak lagi varian karya yang ditampilkan,” pungkasnya.

Antusiasme juga terlihat pada guru-guru yang segera menyerbu stan pameran. Mereka memborong karya para siswa. “Senang sekali bisa memotivasi siswa dengan membeli karya mereka. Karya mereka banyak yang berkualitas dan dibandrol dengan harga yang relatif murah,” ujar Asih Suyatni, guru Bahasa Indonesia yang terlihat memborong jilbab ecoprint, gantungan kunci, tas rajut, dan lukisan kaligrafi. Selain Asih, Eny Fathatun Najihah selaku kepala TU juga memborong kaos dan jilbab ecoprint, serta kain jumputan. “Senang sekali karena mendapatkan barang bagus dengan harga murah,” ujarnya.