Ngaji Rutin di Lapas Narkotika Purwokerto, Warga Binaan Dalami Al-Quran

Oleh KUA Purwokerto Utara
SHARE

Purwokerto — Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Purwokerto kembali menggelar kegiatan pembinaan kerohanian melalui program ngaji rutin yang diikuti warga binaan pemasyarakatan. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme sebagai bagian dari upaya pembinaan mental spiritual di lingkungan lapas. Rabu (29/04)

Program ngaji rutin ini menjadi salah satu agenda pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan menghadirkan narasumber dari Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang memberikan materi dengan tema Ngaji Al-Qur’an.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik melalui kebiasaan membaca, memahami kandungan ayat, maupun mengamalkan nilai-nilai ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh Agama Islam menyampaikan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi sumber ketenangan jiwa dan petunjuk bagi setiap manusia dalam memperbaiki diri.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik membaca Al-Qur’an secara langsung oleh warga binaan. Satu per satu peserta membaca ayat suci dengan pendampingan dari petugas pembina. Dalam sesi tersebut, pembimbing memberikan arahan mengenai tajwid, panjang pendek bacaan, serta pelafalan huruf hijaiyah atau makhraj agar bacaan peserta semakin baik dan sesuai kaidah. Pendampingan ini dinilai penting karena tidak sedikit warga binaan yang ingin belajar membaca Al-Qur’an dari dasar maupun memperbaiki bacaan yang selama ini masih kurang tepat.

Petugas pembinaan Lapas Narkotika Purwokerto menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pembinaan kepribadian warga binaan. Menurutnya, pembinaan spiritual memiliki peran besar dalam menumbuhkan kesadaran diri, penyesalan atas kesalahan masa lalu, serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini para warga binaan semakin dekat kepada Allah SWT, memiliki ketenangan batin, serta mempunyai bekal moral dan spiritual saat nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak serius dan antusias mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari penyampaian materi, membaca Al-Qur’an bersama, hingga sesi doa penutup. Suasana religius yang tercipta di dalam lapas diharapkan mampu memberikan pengaruh positif terhadap perilaku warga binaan, sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta. Program pembinaan keagamaan ini juga menjadi bukti komitmen lapas dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga aspek mental serta spiritual.

Dengan terselenggaranya ngaji rutin tersebut, diharapkan proses rehabilitasi dan pembinaan warga binaan di Lapas Narkotika Purwokerto dapat berjalan lebih optimal sehingga mereka siap menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.