Nasehat Kang Penghulu : Raih Bahagia di Usia Senja, Jalani Sisa Usia Beribadah Bersama

Oleh KUA KEMRANJEN
SHARE

Banyumas - Pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang tidak mengenal batas usia. Kisah inspiratif tentang Kuat dan Maryam membuktikan bahwa cinta bisa tumbuh dan bersemi di usia senja. Mereka memutuskan untuk melangsungkan akad nikah di aula KUA Kemranjen sekitar pukul 09.00 WIB, disaksikan oleh keluarga besar dari Kebarongan yang penuh haru dan kebahagiaan. Selasa (23/06)

Memilih menikah di usia yang tidak lagi muda adalah sebuah keputusan besar. Kuat dan Maryam memahami bahwa meskipun usia mereka sudah senja, tetap ada ruang untuk saling berbagi, mendukung, dan menjalani kehidupan bersama. Dalam nasehat pernikahan yang disampaikan oleh Apriliyanto, ditekankan bahwa pernikahan bukan hanya soal kebahagiaan pribadi, melainkan juga sebagai jalan untuk mewujudkan ibadah bersama.

Konsep menjadikan pasangan sebagai "rekan pengingat dalam kebaikan dan ketaqwaan" menjadi inti dari nasehat pernikahan tersebut. Pernikahan bukan sekadar hubungan fisik atau emosional, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang dapat membawa kedua mempelai lebih dekat kepada Sang Pencipta. Di usia senja, fokus utama adalah bagaimana setiap momen bisa diisi dengan hal-hal yang bermakna, termasuk beribadah bersama.

Seperti yang disampaikan Apriliyanto, pernikahan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan bersama. Komitmen antara dua hati untuk saling mendukung dalam suka maupun duka adalah dasar dari hubungan yang langgeng. Kuat dan Maryam menunjukkan kepada kita semua bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kesediaan untuk bekerja sama, bertoleransi, dan saling mengingatkan dalam hal-hal baik.

Acara akad nikah tersebut berlangsung hangat, dengan kehadiran keluarga besar dari Kebarongan yang turut merasakan kebahagiaan pasangan ini. Kehadiran orang-orang terdekat memberikan energi positif untuk memulai lembaran baru dalam hidup mereka. Momen ini menjadi bukti bahwa kebahagiaan sejati tidak dibatasi oleh usia, melainkan oleh niat tulus untuk menciptakan harmoni dalam rumah tangga.

Pernikahan di usia senja bukanlah akhir, melainkan awal baru untuk menemukan kebahagiaan sejati. Seperti kisah Kuat dan Maryam, semoga inspirasi ini menjadi motivasi bagi banyak orang untuk terus percaya bahwa cinta dan ibadah dapat berjalan beriringan, di usia berapa pun. (@)