Monev di KUA Sumbang, Kasi Bimas Islam Genjot Integrasi Layanan Dindukcapil dan Tekan Stunting

Oleh HUMAS
SHARE

Sumbang – Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di KUA Sumbang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola administrasi sekaligus pembinaan aparatur dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Senin (22/06)

Monev dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam bersama tim dan diikuti oleh para penyuluh agama Islam, staf administrasi, serta seluruh karyawan KUA Sumbang. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen administrasi dan operasional KUA, termasuk arsip data pengantin, register pelayanan, hingga kelengkapan dokumen pendukung lainnya.

Pemeriksaan dilakukan guna memastikan seluruh administrasi berjalan tertib, akurat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di lingkungan Kementerian Agama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap efektivitas pelayanan publik yang diberikan oleh KUA kepada masyarakat.

Tidak hanya fokus pada aspek administrasi, kegiatan Monev juga diisi dengan pembinaan kepada seluruh jajaran KUA Kecamatan Sumbang. Dalam arahannya, Kasi Bimas Islam menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas dalam menjalankan tugas pelayanan keagamaan.

Pada kesempatan tersebut, beliau menyoroti dua program unggulan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas yang saat ini menjadi prioritas untuk terus diperkuat di tingkat KUA.

Program pertama adalah inovasi pelayanan KUA yang telah terintegrasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil). Melalui sistem integrasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh pelayanan administrasi yang lebih cepat, efektif, dan efisien, khususnya berkaitan dengan data kependudukan pasca pernikahan.

Menurut Kasi Bimas Islam, integrasi layanan tersebut merupakan bentuk transformasi pelayanan publik yang harus didukung oleh seluruh jajaran KUA. Dengan pelayanan yang terintegrasi, masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam pembaruan dokumen kependudukan karena proses administrasi dapat berjalan lebih sinkron dan terkoordinasi.

“Pelayanan KUA harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Integrasi dengan Dindukcapil menjadi langkah nyata dalam memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat,” tegasnya dalam pembinaan tersebut.

Selain inovasi pelayanan, perhatian serius juga diberikan terhadap Program Penurunan Angka Stunting yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan. Dalam program tersebut, para penyuluh agama memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, dan keluarga muda.

Kasi Bimas Islam menegaskan bahwa upaya penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk lembaga keagamaan. Oleh karena itu, KUA dan penyuluh agama diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan keluarga, pola asuh anak, serta pemenuhan gizi sejak masa persiapan pernikahan.

Melalui kegiatan Monev ini, diharapkan seluruh jajaran KUA Sumbang dapat terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat tertib administrasi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi serta memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan berbagai program prioritas Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. SK