MGMP PAI SMA-SMK Jawa Tengah Susun Modul Pesantren Ramadhan
Oleh Dudiyono
Semarang: Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) SMA dan SMK Propinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi dan Penyusunan Modul Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui Pesantren Ramadhan MGMP PAI SMA dan SMK Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Candi Indah Semarang pada hari Rabu (19/1) yang dihadiri oleh Kabid PAI Tengah yang diwakili oleh Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda pada Seksi SMA/SMALB/SMK Bidang PAI Kemenag Jawa Tengah, Ketua Pokjawas PAI Kementerian Agama Propinsi Jawa Tengah, Ketua MGMP PAI MA dan SMK serta perwakilan peserta Rakor dari SMA dan SMK se Kabupaten/Kota.
Kabid PAI Kanwil Kemenag Jateng melalui Hj. Afifatun selaku Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda pada Seksi SMA/SMALB/SMK Bidang PAI Kemenag Jawa Tengah menyampaikan, “Kami dari Kabid PAI pada prinsipnya menyambut baik dan apresiasi yang mendalam atas terobosan yang sudah dilakukan oleh MGMP PAI SMA dan SMK beserta Pengawas PAI Propinsi Jawa Tengah yang telah melaksanakan kegiatan hebat ini”, paparnya
“MGMP PAI baik SMA maupun SMK merupakan forumnya musyarah bagi Guru PAI yang kegiatannya banyak dan padat. Oleh karenanya agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan sukses sangat diperlukan untuk selalu saling berkolaborasi, koreksi, motivasi dan bersinergi. Kegiatan hari sangat penting karena menekankan pada penguatan pendidikan karakter pserta didik”, ungkap Afifatun.
Masih menurut Afifatun, “Setidaknya ada 5 (lima) nilai utama dalam membangun peserta didik untuk menjadi generasi hebat masa depan yakni tertanamna nilai-nilai religiusitas, nasionalisme, integritas, kemandirian dan gotongroyong. Dimana nilai Religiusitas tentu menjadi kegiatan yang utama yang akan menjadi pilar foundasi kegiatannya. Oleh karenanya untuk membentuk generasi hebat itu diperlukan adanya Modul sebagai panduan sebagai upapa penciptaan ligkungan yang religiusitas”, ungkapnya.
Penyusunan Modul sebagai upaya menciptakan lingkungan yang religiusitas untuk menguatkan pendidikan karakter melalui pesantren ramadhan ini adalah hal yang baru dan satu2nya di indonesia. Oleh karenanya harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Sebagai wujud pertanggungjawaban tersebut tentu diperlukan adanya standarisasi modul, proses kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum maupun sisi evaluasi. Modul disusun untuk membantu proses KBM agar peserta didik dapat belajar secara mandiri. Maka sangat perlu untuk irdumuskan tujuan pembelajarannya apa, materinya apa, proses pembeajarannya bagaimana. Semoga dengan kegiatan penyusunan modul ini akan menjadi contoh bagi Propinsi lain atas apa yang sudah dilakukan oleh MGMP PAI SMA dan SMK Propinsi Jawa Tengah”, pungkas Afifatun.
Pada acara yang sama Hary Nugroho, selaku ketua MGMP PAI SMA Propinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan, “Kegiatan rapat kordinasi ini dikemas dalam bentuk acara fullday yang dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00, yang diikuti oleh 25 peserta perwakilan pengurus MGMP PAI SMA dan SMK dari Kabupaten/Kota se Jawa Tengah. Kegiatan ini kami lakukan dengan pola three in one sekaligus yakni Rakor GPAI SMA dan SMK, Penyusunan Modul untuk amaliah Ramadhan dan Rakor Penguru Rohis Jawa Tengah”, Jelas Hery.
“Kami akan mereview panduan Amaliah Ramadhan, mengawal kegiatan ramadhan agar lebih optimal dan menjadi sebuah gerakan, tidak hanya di beberapa tempat tetapi di seluruh Jawa Tengah baik SMA maupun SMK. Modul yang kami review difokuskan dengan spirit moderasi beragama dan profil pelajar pancasila melalui kegiatan ramadhan. Dengan kegiatan hari ini kami berharap ada output berupa buku panduan melalui modul yang diharapkan tanggal 2 Februari 2022 nanti sudah final sebagai bahan auidensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah terkait agenda Gerakan se Jawa Tengah mengawali penguatan pendidikan karakter melalui Pesantren Ramadhan”, tegasnya”. Papar Hery mengakhiri sambutannya. (Du)
