Menyemai "Virus" Cinta di Pura Giri Kendeng: Pesan Mendalam Kepala Kemenag Banyumas untuk Penyuluh Lintas Iman
Oleh KUA Somagede
Somagede – Suasana syahdu dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pura Pedaleman Giri Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede. Di rumah ibadah umat Hindu tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, hadir untuk membawa pesan kesejukan dalam acara Pertemuan PD IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Banyumas. Kamis (09/04)
Kehadiran beliau di tengah-tengah penyuluh agama lintas iman ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi toleransi di wilayah Banyumas.
Dalam sambutannya yang penuh khidmat, Ibnu Asaddudin menyampaikan sebuah orasi humanis yang beliau sebut sebagai "Pesan Cinta". Beliau mengajak seluruh hadirin untuk melihat moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan gerakan hati yang dimulai dari rasa peduli.
"Suatu pertemuan akan membawa kita pada perkenalan. Jika dalam perkenalan itu hadir rasa peduli, maka ia akan melahirkan cinta," tutur Dr. Ibnu Asaddudin.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa cinta adalah kunci utama dari perdamaian dunia. Menurutnya, ketika setiap insan mampu menanamkan kasih sayang di dalam lubuk hatinya, maka gesekan antarperbedaan akan hilang dengan sendirinya.
"Jika semua orang memiliki cinta yang tertanam kuat di dalam hati, maka di dunia ini tidak akan ada lagi perselisihan. Yang ada hanyalah cinta kasih dan perdamaian abadi," tegasnya di hadapan para penyuluh lintas agama.
Pemilihan Pura Pedaleman Giri Kendeng sebagai lokasi pertemuan dinilai beliau sebagai langkah berani dan nyata dalam mempraktikkan moderasi beragama. Beliau berharap para penyuluh agama menjadi garda terdepan dalam menyebarkan "virus" kedamaian ini ke seluruh lapisan masyarakat.
Pertemuan ini diakhiri dengan suasana hangat, di mana pesan-pesan filosofis yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Banyumas tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi para penyuluh untuk terus membimbing masyarakat dengan pendekatan yang merangkul dan penuh kasih. (Nuryati)
