Membedah Kebesaran Allah Lewat Tafsir Al-Ibriz, Penyuluh KUA Tambak Gelar Kajian Al-Furqan di Buniayu
Oleh HUMAS
Tambak — Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak bada Maghrib hingga menjelang Isya tersebut dihadiri oleh puluhan jamaah masjid, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. Kajian kali ini berfokus membedah kandungan Surat Al-Furqan ayat 45 sampai 50. Selasa (22/09)
Dalam pemaparannya, Lukman Hakim menjelaskan makna dan keagungan kekuasaan Allah SWT yang tertuang dalam ayat-ayat tersebut. Salah satu penekanan utama kajian adalah fenomena pergantian malam dan siang serta proses terciptanya bayang-bayang.
"Allah menakdirkan pergantian siang dan malam, serta meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira berupa hujan. Semua ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah agar manusia senantiasa bersyukur dan mengambil pelajaran," tutur Lukman di hadapan jamaah.
Beliau juga menambahkan bahwa kitab Tafsir Al-Ibriz karangan KH. Bisri Mustofa menjadi acuan utama karena bahasa dan penjelasannya yang mudah dipahami oleh jamaah pedesaan, serta sarat akan pesan moral dan nilai-nilai ketauhidan.
Pengurus Masjid Al-Ikhlas Buniayu menyambut baik sinergi dan kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Tambak. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten guna memperkuat literasi keagamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga di wilayah Buniayu.
