MAN 3 Banyumas Gelar Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Tekankan Kedisiplinan dan Pelindungan Tunas Bangsa

Oleh MAN 3 Banyumas
SHARE

Banyumas – Lingkungan MAN 3 Banyumas diselimuti suasana khidmat, seluruh siswa, guru, beserta karyawan berkumpul di Lapangan MAN 3 Banyumas untuk melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Pelda Khoirul Anwar dari Koramil 10/Sumpiuh, yang hadir mewakili Komandan Koramil (Danramil) 10/Sumpiuh, Kapten Arh Saringan. Upacara berjalan dengan tertib dan lancar, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Rabu (20/05)

Dalam amanatnya, Pelda Khoirul Anwar membacakan pidato resmi Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Sambutan tersebut menekankan bahwa esensi Kebangkitan Nasional saat ini telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital. Dengan mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara", pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen mewujudkan kemandirian bangsa melalui program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, serta layanan Cek Kesehatan Gratis. Selain itu, pemerintah juga menegaskan kehadirannya dalam melindungi generasi muda di ruang digital melalui pemberlakuan PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS) yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun demi mewujudkan ruang digital yang sehat dan beretika sesuai arah kompas Asta Cita.

Selain menyampaikan amanat menteri, Pelda Khoirul Anwar juga meneruskan pesan khusus dari Danramil 10/Sumpiuh, Kapten Arh Saringan, mengenai pentingnya menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan pengabdian di masyarakat. Beliau menjelaskan bahwa kedisiplinan harus dibentuk menjadi karakter utama jika para siswa ingin meraih kesuksesan, sementara sekolah harus dijadikan wadah untuk belajar berorganisasi serta melatih jiwa kepemimpinan. Terkait pengabdian, seluruh proses belajar yang ditempuh saat ini merupakan wujud bakti nyata untuk diri sendiri, orang tua, sekaligus negara. Menutup arahannya, beliau mengingatkan bahwa fenomena kenakalan remaja yang marak terjadi saat ini dapat dihindari dengan cara selektif dalam berteman, menjauhi lingkaran orang-orang yang tidak baik, serta senantiasa membentengi dan membentuk akhlak mulia melalui pemahaman agama yang kuat. (Humas).