Khutbah Jumat Penghulu KUA Lumbir Soroti Pentingnya Pencegahan Stunting
Oleh KUA Lumbir
Banyumas – Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Lumbir, Akrom Anas, menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Miftahul Iman, Dusun Cikopeng, Desa Kedunggede, Kecamatan Lumbir. Melalui tema "Anak Sehat, Amanat Umat: Mencegah Stunting sebagai Tanggung Jawab Bersama", khutbah tersebut mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak sebagai bagian dari amanah yang harus dijaga bersama. Jumat (24/07)
Dalam khutbahnya, Akrom Anas menegaskan bahwa menjaga kesehatan dan masa depan generasi penerus merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan sekaligus tanggung jawab sosial. Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan bangsa.
Dengan penyampaian yang lembut, komunikatif, namun penuh ketegasan, Akrom mengajak jamaah memahami pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam memenuhi kebutuhan gizi, memberikan pola asuh yang baik, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan anak memperoleh layanan kesehatan yang memadai. Ia juga mengingatkan bahwa ikhtiar mencegah stunting harus dimulai sejak masa sebelum kelahiran, selama kehamilan, hingga anak memasuki masa pertumbuhan orang tua berkewajiban memberikan hak-hak terbaik kepada anak, termasuk kecukupan gizi, pendidikan, kasih sayang, dan lingkungan yang sehat. Upaya tersebut merupakan bentuk nyata menjalankan amanah yang telah dititipkan Allah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa ajaran Islam memberikan perhatian besar terhadap pemeliharaan jiwa dan keturunan (hifz an-nafs dan hifz an-nasl). Oleh karena itu, setiap orang tua berkewajiban memberikan hak-hak terbaik kepada anak, termasuk kecukupan gizi, pendidikan, kasih sayang, dan lingkungan yang sehat. Upaya tersebut merupakan bentuk nyata menjalankan amanah yang telah dititipkan Allah SWT kepada setiap keluarga.
Akrom juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memandang pencegahan stunting sebagai tugas pemerintah atau tenaga kesehatan semata. Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga lembaga pendidikan. Kolaborasi dan kepedulian bersamauk. Jamaah Masjid Miftahul Iman tampak menyimak setiap pesan yang disampaikan dengan penuh perhatian. Materi khutbah yang mengangkat isu aktual dan dekat dengan kehidupan masyarakat dinilai memberikan wawasan baru sekaligus meng. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Kehadiran Penghulu KUA Lumbir di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pelayanan keagamaan, tetapi juga di masjid mereka. Menurut mereka, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan anak dan mencegah stunting sejak dini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ib menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Khutbah Jumat tidak hanya menjadi media penyampaian pesan-pesan keislaman, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif untuk bersama-sama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan mampu menyongsong masa depan bangsa dengan lebih akan menjadi kekuatan utama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Suasana khutbah berlangsung dengan khusyuk. Jamaah Masjid Miftahul Iman tampak menyimak setiap pesan yang disampaikan dengan penuh perhatian. Materi khutbah yang mengangkat isu aktual dan dekat dengan kehidupan masyarakat dinilai memberikan wawasan baru sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan keluarga sebagai bagian dari ibadah.
Usai menyampaikan khutbah, Akrom Anas melanjutkan tugasnya sebagai imam salat Jumat. Pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan hingga selesai. Kehadiran Penghulu KUA Lumbir di tengah masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari pelayanan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan melalui perspektif nilai-nilai Islam.
Sejumlah jamaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penghulu KUA Lumbir yang berkenan mengisi khutbah Jumat di masjid mereka. Menurut mereka, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan anak dan mencegah stunting sejak dini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan umat.
Melalui kegiatan ini, KUA Lumbir kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan keagamaan yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Khutbah Jumat tidak hanya menjadi media penyampaian pesan-pesan keislaman, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kolektif untuk bersama-sama mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas, dan mampu menyongsong masa depan bangsa dengan lebih baik.
