Ketekunan Tiada Batas: Sosok Teguh Arsiparis KUA Wangon
Oleh HUMAS
Wangon — Di balik lancarnya pelayanan administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) Wangon, terdapat sosok yang bekerja dengan penuh dedikasi dan ketelitian tanpa banyak sorotan. Dialah Teguh Eko Priono, arsiparis KUA Kecamatan Wangon yang hari demi hari menjalankan tugasnya dengan ketekunan yang patut diteladani. Jumat (12/06)
Salah satu tugas yang rutin beliau laksanakan adalah penjilidan berkas-berkas dokumen pernikahan di KUA Wangon. Dengan peralatan yang sederhana dan dikerjakan secara manual, Teguh Eko Priono mampu menghasilkan jilidan berkas yang rapi, kuat, dan terjaga kualitasnya. Tidak ada keluhan, tidak ada kata mengeluh — yang ada hanyalah kesungguhan dan tanggung jawab penuh terhadap setiap lembar dokumen yang dipercayakan kepadanya.
Penjilidan berkas pernikahan bukan sekadar pekerjaan teknis biasa. Di balik setiap bundel dokumen yang tersusun rapi, tersimpan rekam jejak sahnya sebuah pernikahan, catatan penting yang suatu saat akan dibutuhkan oleh banyak pihak. Kesadaran inilah yang tampaknya menjadi bahan bakar semangat Teguh Eko Priono dalam menjalankan tugasnya, bahwa setiap berkas yang dijilid dengan rapi adalah bentuk penghormatan terhadap peristiwa sakral dalam kehidupan seseorang.
Keterbatasan alat tidak pernah menjadi hambatan baginya. Dengan tangan yang terampil dan pengalaman yang terasah, ia memastikan setiap jilidan kukuh dan tidak mudah rusak, sehingga arsip-arsip penting tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang dan tetap terjaga keutuhannya.
Sosok seperti Teguh Eko Priono adalah cerminan nyata dari semangat pengabdian yang sesungguhnya — bekerja bukan untuk pujian, melainkan untuk kemanfaatan. Di tengah era yang serba digital dan cepat, ketekunan dan kedisiplinan yang beliau tunjukkan setiap harinya menjadi pengingat bahwa ketelitian dan kesabaran adalah pondasi dari pelayanan publik yang berkualitas.
