Keberadaan Penyuluh KUA Semakin Terasa di Masyarakat, Multitalenta dalam Mengabdi
Oleh KUA baturraden
Baturraden — Keberadaan penyuluh agama di tengah masyarakat semakin menunjukkan peran yang luas dan strategis. Penyuluh agama tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, seperti memberikan bimbingan dan penyuluhan, tetapi juga dituntut mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan masyarakat. Sabtu (22/08)
Menjadi penyuluh agama berarti hadir untuk masyarakat dalam berbagai situasi. Kemampuan berkomunikasi, membangun relasi, bekerja sama, serta mengambil peran dalam berbagai kegiatan menjadi bagian penting dari pengabdian seorang penyuluh.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Kemutug Kidul. Taswati, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Baturraden, turut mengambil bagian dalam memeriahkan berbagai kegiatan masyarakat.
Tidak hanya hadir sebagai peserta, Taswati juga dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam beberapa perlombaan. Salah satunya adalah lomba karaoke berpasangan yang berlangsung meriah dan penuh keceriaan. Dengan kemampuan komunikasi dan pembawaan yang luwes, Taswati mampu menciptakan suasana perlombaan menjadi lebih hidup. Sapaan, interaksi dengan peserta, serta kemampuan membangun suasana membuat kegiatan semakin semarak dan menghibur masyarakat yang hadir.
Keterlibatan tersebut menjadi gambaran bahwa penyuluh agama memiliki ruang pengabdian yang luas. Multitalenta bukan berarti meninggalkan tugas utama sebagai penyuluh agama, tetapi menjadi bekal untuk semakin dekat, mudah diterima, dan mampu hadir sesuai kebutuhan masyarakat.
Bagi penyuluh, kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan. Ketika penyuluh mampu hadir bukan hanya saat memberikan materi keagamaan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, keberadaannya akan semakin terasa dan memberikan warna positif.
Kegiatan di Desa Kemutug Kidul tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara penyuluh agama dan masyarakat. Dari panggung perlombaan hingga ruang-ruang pembinaan, penyuluh dapat terus menebarkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat pengabdian.
“Penyuluh agama bukan hanya hadir untuk menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga hadir untuk mendengar, berbaur, menguatkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.” Dengan semangat multitalenta, adaptif, dan penuh pengabdian, penyuluh agama diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis, religius, dan penuh kebersamaan.
