Kasi Bimas Islam Pimpin Apel di KUA Kalibagor, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Menuju Banyumas WBK

Oleh KUA kalibagor
SHARE

Kalibagor – Semangat membangun pelayanan publik yang semakin berkualitas terus digaungkan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan apel yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibagor, yang dipimpin langsung oleh Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kabupaten Banyumas, Agus Setiawan. Senin (22/06)

Kegiatan apel yang diikuti oleh seluruh pegawai KUA Kalibagor berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat. Dalam arahannya, Agus Setiawan menyampaikan berbagai pembinaan serta motivasi kepada seluruh pegawai agar senantiasa meningkatkan profesionalitas, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, beliau menegaskan pentingnya dukungan seluruh jajaran Kementerian Agama dalam mewujudkan Kabupaten Banyumas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Menurutnya, predikat WBK tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi merupakan komitmen bersama yang harus diwujudkan melalui budaya kerja yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Sebagai salah satu langkah nyata menuju WBK, Agus Setiawan menyampaikan adanya berbagai program inovasi yang tengah dikembangkan. Salah satunya adalah aplikasi MASDANI (Banyumas Daftar Nikah), sebuah inovasi layanan pendaftaran nikah yang dikembangkan melalui kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Banyumas.

Melalui aplikasi MASDANI, masyarakat diharapkan dapat memperoleh kemudahan dalam proses administrasi pendaftaran nikah karena data kependudukan dapat terintegrasi secara lebih efektif dan efisien. Inovasi ini menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan publik yang bertujuan untuk mempercepat layanan, meminimalkan kesalahan data, serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan KUA.

“Pelayanan yang baik harus terus dikembangkan melalui inovasi. Kehadiran aplikasi MASDANI diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata reformasi birokrasi yang sedang kita bangun bersama,” ungkap Agus Setiawan dalam pembinaannya.

Selain menyoroti penguatan pelayanan publik, Agus Setiawan juga mengajak seluruh jajaran KUA untuk mengambil peran aktif dalam mendukung program pembangunan masyarakat, khususnya dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama.

Untuk itu, beliau mendorong adanya kolaborasi yang lebih intensif antara KUA dengan pemerintah desa, terutama melalui organisasi Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di tingkat desa. Melalui sinergi tersebut, penyuluhan mengenai kesehatan keluarga, pentingnya gizi seimbang, kesiapan pernikahan, kesehatan reproduksi, serta pembinaan keluarga sakinah dapat dilakukan secara lebih masif dan menyentuh langsung masyarakat.

Beliau menekankan bahwa para penghulu dan penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin maupun keluarga muda. Dengan pembekalan yang tepat sejak sebelum pernikahan, diharapkan dapat lahir generasi yang sehat, berkualitas, dan terbebas dari risiko stunting.

“KUA memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga. Oleh karena itu, mari kita perkuat kolaborasi dengan pemerintah desa dan PKK agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” pesannya.

Kegiatan apel tersebut menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai KUA Kalibagor untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mendukung berbagai program strategis Kementerian Agama Kabupaten Banyumas. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan integritas, diharapkan KUA Kalibagor dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima serta mendukung tercapainya Banyumas sebagai wilayah yang bersih, melayani, dan bebas dari korupsi.