Kajian Kitab Adabul Talim Wal Mutaallim di KUA Jatilawang Teguhkan Peran Penyuluh
Oleh KUA JATILAWANG
Jatilawang - Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Jatilawang kembali menggelar kajian rutin kitab Adabul Ta’lim wal Muta’allim karya Hadratusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan KUA Jatilawang ini diikuti oleh para penyuluh agama Islam sebagai upaya meningkatkan kapasitas keilmuan dan kualitas bimbingan kepada masyarakat. Kamis (30/04)
Kajian tersebut membahas salah satu petuah dari Wahb bin Munabbah yang menekankan keutamaan ilmu dalam mengangkat derajat manusia. Dalam kutipan yang disampaikan, disebutkan bahwa ilmu dapat menghadirkan berbagai kemuliaan, di antaranya kemuliaan bagi orang yang dianggap rendah, keluhuran derajat meski diremehkan, kedekatan walau berjauhan, kekayaan meski tidak berharta, serta kewibawaan meskipun seseorang bersikap rendah hati.
Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap Kamis pagi sebagai bagian dari program pembinaan internal penyuluh agama Islam. Selain memperdalam pemahaman kitab klasik, kajian ini juga menjadi sarana refleksi dalam menjalankan tugas dakwah dan penyuluhan di tengah masyarakat.
Salah satu penyuluh menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam kitab tersebut sangat relevan dengan tantangan dakwah saat ini. “Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diamalkan. Dengan ilmu, penyuluh memiliki bekal moral dan spiritual dalam membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Melalui kajian ini, para penyuluh diharapkan semakin memiliki kesiapan intelektual dan spiritual dalam menjalankan fungsi edukatif, konsultatif, dan advokatif di tengah masyarakat. Dengan demikian, peran penyuluh agama Islam sebagai agen perubahan sosial dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif yang luas.(dy)
