Jangan Sipaling Tapi Saling, Pesan Penghulu Pada Pengantin
Oleh KUA KEMRANJEN
Kemranjen – Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam sebuah ikatan, tetapi juga menjadi awal perjalanan untuk belajar saling memahami, menguatkan, dan melengkapi. Pesan tersebut disampaikan Galih Lukman Hakim, Penghulu KUA Kemranjen, saat melaksanakan pencatatan pernikahan melia dan Noval di Desa Sidamulya, Kecamatan Kemranjen. Kamis (03/09)
Melia dan Noval yang berasal dari Kecamatan Kebasen melangsungkan akad nikah dengan penuh khidmat. Setelah prosesi akad dan pencatatan pernikahan, Galih memberikan nasihat singkat kepada kedua mempelai agar senantiasa membangun rumah tangga dengan semangat kebersamaan.
“Dalam rumah tangga jangan sipaling, tapi saling,” pesan Galih.
Menurutnya, kehidupan rumah tangga akan lebih harmonis apabila suami dan istri tidak berlomba menunjukkan siapa yang paling benar, paling berjasa, atau paling banyak berkorban. Justru yang dibutuhkan adalah kesediaan untuk saling mengerti dan saling memberi.
“Saling menghargai, saling memahami, saling menguatkan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Karena rumah tangga bukan tentang siapa yang paling, tetapi tentang bagaimana keduanya bisa berjalan bersama,” tuturnya.
Galih berharap pesan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi Amelia dan Noval dalam menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri. Perbedaan karakter dan cara pandang hendaknya tidak menjadi sumber pertengkaran, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
Pencatatan pernikahan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar KUA Kemranjen dalam memberikan pelayanan pernikahan yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga memberikan sentuhan pembinaan dan penguatan bagi pasangan pengantin.
Dengan semangat “jangan sipaling, tapi saling”, Melia dan Noval diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, serta senantiasa bersama dalam suka maupun duka menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.(W)
