HUT RI #81

Jaga Suasana Kerja Tetap Kondusif, Staf KUA Jatilawang Cek Kenyamanan Fasilitas Kantor

Oleh KUA JATILAWANG
SHARE

Banyumas — Tidak semua bentuk pengabdian terdengar oleh tepuk tangan. Sebagian justru hadir dalam kesunyian, melalui pekerjaan-pekerjaan sederhana yang mungkin luput dari perhatian, tetapi memberi arti besar bagi kenyamanan banyak orang. Demikian yang dilakukan Ragil Suroso, Staf KUA Jatilawang, dengan tekun mengganti lampu-lampu yang mati dengan lampu baru demi menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman bagi para ASN. Senin (24/08)

Dengan penuh ketelitian, Ragil Suroso memeriksa lampu-lampu yang sudah tidak berfungsi di sejumlah ruangan. Lampu yang padam kemudian diganti dengan lampu baru agar penerangan kembali optimal dan aktivitas kedinasan dapat berlangsung dengan lebih baik. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan kesungguhan, tanpa banyak bicara, seolah ingin mengajarkan bahwa kepedulian tidak selalu membutuhkan panggung untuk terlihat.

Bagi sebagian orang, mengganti lampu mungkin hanyalah pekerjaan kecil. Namun, di sebuah ruang kerja, cahaya memiliki arti yang lebih luas. Di bawah penerangan yang baik, para pegawai dapat membaca dokumen, menyelesaikan administrasi, memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan menunaikan berbagai amanah kedinasan dengan lebih nyaman.

Ketelitian Ragil Suroso menjadi gambaran bahwa menjaga lingkungan kerja merupakan tanggung jawab bersama. Sebuah kantor tidak hanya membutuhkan program dan target, tetapi juga membutuhkan kepedulian terhadap hal-hal kecil yang menunjang kelancaran pekerjaan. Dari lampu yang menyala hingga ruangan yang nyaman, semuanya menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang baik.

Ada pelajaran sederhana yang dapat dipetik dari aktivitas tersebut. Kadang-kadang, seseorang tidak perlu melakukan sesuatu yang besar untuk menjadi berarti. Cukup memastikan cahaya tetap menyala ketika orang lain sedang bekerja mengejar cita-cita dan menunaikan amanah.

Lampu yang baru dipasang mungkin hanya menerangi ruangan. Namun, ketulusan di balik pekerjaan itu seakan menerangi sesuatu yang lebih dalam: semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama. Sebab kenyamanan yang dinikmati banyak orang sering kali lahir dari tangan seseorang yang bekerja dalam diam.

Di lingkungan KUA Jatilawang, pekerjaan sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana kerja yang mendukung pelayanan kepada masyarakat. Ketika para ASN dapat bekerja dengan nyaman, energi dan konsentrasi mereka pun dapat diarahkan untuk memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Pada akhirnya, pengabdian tidak selalu berbentuk pidato, program besar, atau kegiatan yang ramai diberitakan. Ada pengabdian yang hanya berupa tangan yang mengganti lampu mati, tetapi hasilnya dirasakan oleh banyak orang. Ada kebaikan yang tidak meminta dikenang, tetapi diam-diam menjadi alasan mengapa pekerjaan orang lain dapat berjalan lebih mudah.

Terima kasih, Ragil Suroso. Teruslah menjadi cahaya, bahkan ketika namamu tidak disebut. Sebab seperti lampu yang menerangi sebuah ruangan, kebaikan sejati tidak pernah bertanya siapa yang melihatnya. Ia cukup menyala, memberikan manfaat, lalu menyerahkan seluruh pahalanya kepada Allah SWT.