Jaga Harmonisasi Umat: Penyuluh Kunjungi Pondok Pesantren Darus Sunnah Wangon

Oleh HUMAS
SHARE

Wangon  — Dalam rangka mempererat silaturahmi dan menjaga harmonisasi antar elemen umat Islam, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Wangon, Muhammad Zainur Rakhman, melaksanakan kunjungan ke Pondok Pesantren Darus Sunnah yang berlokasi di Kecamatan Wangon. Kunjungan ini menjadi momentum berharga untuk saling mengenal, memahami, dan membangun jembatan komunikasi yang baik antara penyuluh agama dengan lembaga pendidikan Islam di wilayahnya. Jumat (12/06)

Dalam kunjungan tersebut, Muhammad Zainur Rakhman disambut hangat oleh Ustadz Sukanto selaku Kepala Ma'had Pondok Pesantren Darus Sunnah. Perbincangan yang berlangsung penuh keakraban itu mengalir dari perkenalan tentang pondok pesantren hingga menyentuh hal yang lebih substantif, yakni tentang pemahaman manhaj salaf yang selama ini kerap disalahpahami oleh sebagian kalangan masyarakat.

Ustadz Sukanto dengan lugas dan terbuka menjelaskan bahwa manhaj salaf sejatinya bukanlah nama sebuah kelompok atau organisasi tertentu. "Manhaj salaf itu bukan kelompok. Siapa pun yang mengikuti Sunnah Rasulullah saw, para sahabat, dan tabi'in, maka itulah yang sesungguhnya disebut salaf," terangnya. Ia menegaskan bahwa adalah sebuah kekeliruan apabila salaf diidentikkan dengan jamaah tertentu, apalagi hanya diukur dari penampilan fisik seperti memelihara jenggot dan memakai celana di atas mata kaki. "Itu hanyalah salah satu sunnah di antara ribuan sunnah Rasulullah saw yang lainnya. Kami inklusif dan terbuka," tambahnya dengan penuh keyakinan.

Penjelasan tersebut disambut baik dan diapresiasi sepenuhnya oleh Muhammad Zainur Rakhman. Menurutnya, pemahaman yang benar dan terbuka seperti inilah yang justru dibutuhkan oleh masyarakat luas agar tidak mudah terjebak dalam prasangka dan kesalahpahaman terhadap sesama umat Islam. "Kunjungan seperti ini sangat penting. Kita perlu saling mengenal dan memahami satu sama lain agar ukhuwah Islamiyah tetap terjaga dengan baik," ujarnya.

Kunjungan ini mencerminkan semangat penyuluhan agama yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan antara pemerintah dengan lembaga keagamaan di akar rumput. Di tengah dinamika keberagaman paham keagamaan yang ada, dialog terbuka seperti yang terjalin antara Penyuluh Agama dan Pondok Pesantren Darus Sunnah ini menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dikelola dengan bijak demi terjaganya harmoni umat.