Jadilah Manusia yang Ketika Datang Bawa Kebaikan, Ketika Hidup Beri Manfaat dan Ketika Pergi Meninggalkan Kenangan Kebaikan
Jatilawang – Menanamkan kepedulian sosial sebagai wujud nyata keimanan, Muhammad Taubah, Penyuluh Agama Islam KUA Jatilawang, melaksanakan bimbingan penyuluhan di Majelis Taklim (MT) Nurul Huda dengan materi “Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfaat bagi Orang Lain.” Kegiatan ini mengajak jamaah memahami bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari kesalehan pribadi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh lingkungan sekitarnya. Selasa (03/11)
Dalam penyampaiannya, Muhammad Taubah menjelaskan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang membawa kebaikan, bukan sekadar menikmati kebaikan. Nilai seseorang tidak semata-mata terletak pada banyaknya harta, tingginya kedudukan, atau luasnya pengetahuan, melainkan pada kesediaannya membantu, menguatkan, dan meringankan beban sesama. Sebab, kehadiran seorang muslim hendaknya menjadi sumber ketenteraman, bukan justru menghadirkan kesulitan bagi orang lain.
Ia mengajak jamaah membiasakan berbagai bentuk kebaikan, mulai dari membantu tetangga, menyantuni mereka yang membutuhkan, berbagi ilmu, menjaga lisan, hingga menghadirkan senyuman yang menguatkan hati. Menurutnya, menjadi manusia bermanfaat tidak harus menunggu kaya atau memiliki kedudukan, karena setiap orang mempunyai kesempatan untuk menebarkan kebaikan sesuai kemampuan masing-masing.
Melalui bimbingan tersebut, jamaah diharapkan semakin terdorong menjadikan kesalehan sebagai kekuatan untuk membangun kepedulian sosial. Sebab, sebaik-baik kehidupan bukanlah yang hanya dipenuhi keberhasilan untuk diri sendiri, melainkan kehidupan yang kehadirannya membawa arti bagi sesama. Jadilah manusia yang ketika datang membawa kebaikan, ketika hidup memberi manfaat, dan ketika pergi meninggalkan kenangan kebaikan.
