Jadikan masjid sebagai Sosio Ekonomi Mosque
Oleh HUMAS
Purwokerto (Humas)- “ Kita berkomitmen bahwa masjid hadir ditengah masyarakat disamping untuk kegiatan keagamaan juga hadir untuk kegiatan penguatan ekonomi umat dan penguatan sosial kemasyarakatan, itulah gambaran kedepan.” Jelas Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin saat memberikan sambutannya dalam acara penutupan kegiatan Pelatihan Manajemen Kemasjidan yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang bertempat di MIN 1 Banyumas . Jumat(15/12)
Hadir dalam penutupan Widya Iswara BDK Semarang Darwiyanto, Teguh Suyitno, Ketua Tim Mukhlasin , dan Kepala MIN 1 Banyumas Saridin.
kegiatan Pelatihan Manajemen Kemasjidan yang diadakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang diadakan dari tanggal 11-15 Desember, diikuti oleh 25 peserta Penyuluh Agama Islam dari 25 kecamatan se Kabupaten Banyumas.
Lebih lanjut dalam sambutan penutupan Kakan Kemenag menyampaikan bahwa masih ada masjid yang jumlah kasnya bisa sampai ratusan juta, akan tetapi ada masyarakat yang tinggal disekitar masjid masih kekurangan.
“ Disatu sisi saldo masjid ratusan juta, disisi lain masyarakat tidak disentuh, ini yang harus dipikirkan oleh takkmir masjid , masjid sebagai Sosio Mouscue.” ungkapnya.
“ Alhamdulillah Baznas sampai saat ini sudah mensuport kita, sudah tidak saatnya marbot, takmir, BKM dan DMI berdiri sendiri , tetapi 4 unsur ini bekerjasama dengan yang lain harus sudah menghadirkan pengelolaan masjid masa depan yang bukan hanya bergerak dibidang keagamaan saja, tapi juga bergerak dibidang ekonomi dan sosial. Itu yang dimaksud dengan program.” ungkapnya lebih lanjut.
Ditempat yang sama Joharulloh salah satu peserta diklat dari kecamatan Wangon mengungkapkan perasaan senangnya karena bisa mengikuti pelatihan kemasjidan ini.
“Pelatihan ini sangat bagus buat pengembangan masjid terutama di manajemennya, disini kita bisa mempelajari bagaimana mengelola masjid yang baik, memanfaatkan masjid bukan hanya untuk sholat saja tetapi juga berfungsi sebagai sosial ekonomi lainnya. Insya Allah kedepan akan kami sosialisasikan juga di masjid masjid ditingkat kecamatan.” Pungkasnya.(Yud)
