HUT RI #81

ETK Kwarran Sumbang Segera Digelar, Ketua Pelaksana Sowan ke MTsN 3 Banyumas Mohon Doa Restu dan Dukungan

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas – Semangat kebersamaan dan pengabdian melalui Gerakan Pramuka kembali digaungkan di wilayah Banyumas. Ketua Pelaksana Estafet Tunas Kelapa (ETK) tingkat Kwarran Sumbang, Tofik Hidayat, sowan ke MTs Negeri 3 Banyumas untuk memohon doa restu sekaligus dukungan atas rangkaian kegiatan ETK yang akan segera dilaksanakan. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala MTsN 3 Banyumas, Sudir, didampingi Wakil Ketua Abdimas Kwarran Sumbang, Ery Kusnanto. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara jajaran Kwarran Sumbang dan pangkalan madrasah demi suksesnya agenda kepramukaan tingkat kabupaten. Selasa (01/09)

Dalam kesempatan tersebut, Tofik Hidayat menyampaikan bahwa Estafet Tunas Kelapa merupakan program resmi Kwartir Daerah (Kwarda) yang menjadi simbol semangat estafet perjuangan, persaudaraan, dan pengabdian dalam Gerakan Pramuka. Karena itu, pelaksanaannya tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh jajaran Kwarran maupun pangkalan. “ETK ini sejatinya program dari Kwarda yang patut kita sengkuyung bersama. Kami mohon doa restu dan dukungan dari Bapak Kepala Madrasah,” ungkap Tofik. Pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya gotong royong dalam menyukseskan kegiatan yang membawa nama besar Gerakan Pramuka Banyumas.

Rangkaian kegiatan ETK akan diawali dengan Timbang Terima Tunas Kelapa dari Kwarda Purbalingga kepada Kwarda Banyumas. Prosesi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026 pukul 10.00 WIB, bertempat di depan MTsN 3 Banyumas, tepatnya di Lapangan Lama Desa Silado. Momentum ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda penting karena akan mempertemukan jajaran Pramuka dari dua wilayah sekaligus dihadiri oleh Bupati Purbalingga dan Bupati Banyumas. Kehadiran para pimpinan daerah diharapkan semakin memberikan semangat dan makna tersendiri bagi proses estafet yang sarat dengan nilai persatuan, kebersamaan, dan pengabdian tersebut.

Tidak hanya prosesi Timbang Terima, rangkaian kegiatan juga akan diramaikan dengan Kemah Bakti Pramuka Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan Kwarcab Banyumas melalui bidang Abdimas. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September 2026 ini akan melibatkan sekitar 350 peserta dari Kwarran se-Kabupaten Banyumas serta perwakilan pangkalan SMA/SMK. Kemah Bakti diharapkan menjadi ruang bagi para peserta untuk memperkuat jiwa kepemimpinan, kepedulian sosial, kemandirian, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menjadi pengalaman pembentukan karakter bagi generasi muda.

Untuk menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, pihak panitia juga mengajukan permohonan izin penggunaan sejumlah fasilitas di lingkungan MTsN 3 Banyumas. Fasilitas yang dibutuhkan antara lain MCK, sekretariat panitia, serta ruang transit bagi tamu VVIP dan VIP. Permohonan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala MTsN 3 Banyumas, Sudir. Ia menyatakan kesiapan madrasah untuk mendukung kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun karakter generasi muda. Dukungan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berperan sebagai tempat pendidikan formal, tetapi juga siap menjadi bagian dari gerakan sosial dan pembinaan kepemudaan di tengah masyarakat.

Sinergi pun menjadi kata kunci dari persiapan ETK Kwarran Sumbang tahun ini. Dukungan MTsN 3 Banyumas diharapkan mampu memperkuat kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Kemah Bakti hingga prosesi Timbang Terima Tunas Kelapa. Lebih dari sekadar perpindahan simbol tunas kelapa dari satu kwartir ke kwartir lainnya, ETK menjadi simbol estafet nilai—dari generasi ke generasi, dari tangan para pembina kepada para tunas bangsa—untuk terus menumbuhkan semangat pengabdian, persaudaraan, dan kecintaan kepada negeri. Dari Banyumas, semangat Pramuka terus bergerak; membawa pesan bahwa ketika semua unsur saling sengkuyung dan bergandeng tangan, sebuah kegiatan bukan sekadar terlaksana, tetapi mampu meninggalkan jejak dan makna bagi generasi yang akan datang.(HumasMTsN3/EryK).