Bina Rohani di SMP Negeri 3 Melung, Penyuluh Ajak Siswa Teladani Akhlak Rasulullah
Oleh KUA baturraden
Banyumas — Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa di Kelas 9A SMP Negeri 3 Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Para siswa mengikuti kegiatan Bina Rohani dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. bersama Hariyanto, Penyuluh Agama Islam KUA Baturraden. Senin (14/09)
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak para siswa tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah Saw., tetapi juga memahami dan mengamalkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembinaan rohani, siswa diajak mengenal kembali nilai-nilai akhlak mulia yang dicontohkan Nabi Muhammad Saw. serta pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah.
Dalam suasana pembinaan yang komunikatif, Hariyanto menyampaikan materi keagamaan dengan mengarahkan perhatian siswa pada pentingnya menjadikan Rasulullah Saw. sebagai teladan. Keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana yang dekat dengan kehidupan pelajar, seperti berkata jujur, bersikap santun, menghormati orang tua dan guru, menjaga persaudaraan, disiplin, serta peduli terhadap sesama.
Peringatan Maulid Nabi menjadi kesempatan yang baik untuk menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan pendidikan karakter. Bagi generasi muda, keteladanan Rasulullah Saw. memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan perubahan lingkungan sosial membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mempunyai karakter, akhlak, dan landasan spiritual yang kuat.
Salah satu momen yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut adalah ketika di tengah acara para siswa bersama-sama melantunkan shalawat. Lantunan shalawat yang dilakukan secara bersama-sama menciptakan suasana religius dan mempererat kebersamaan antara pemateri dan para siswa.
Shalawat juga menjadi bagian penting dalam menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56, Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Orang-orang beriman pun diperintahkan untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau.
Momentum tersebut menjadikan kegiatan Bina Rohani tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman keagamaan yang melibatkan siswa secara langsung. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan turut berpartisipasi dalam lantunan shalawat bersama.
Dalam pembinaannya, Hariyanto menekankan pentingnya menjadikan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai motivasi untuk memperbaiki perilaku. Menurutnya, mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan mengungkapkannya melalui peringatan atau shalawat, tetapi juga perlu diwujudkan dengan berusaha mengikuti akhlak dan tuntunan beliau.
Nilai tersebut sangat penting ditanamkan sejak usia sekolah. Lingkungan pendidikan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kepribadian dan karakter. Karena itu, pembinaan rohani diharapkan dapat menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk memperkuat kesadaran beragama sekaligus membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Bina Rohani dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. di Kelas 9A SMP Negeri 3 Melung tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda membutuhkan figur keteladanan yang mampu memberikan arah dalam menjalani kehidupan. Rasulullah Saw. merupakan teladan dalam kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, dan kemuliaan akhlak.
Melalui momentum Maulid Nabi, para siswa diharapkan semakin mencintai Rasulullah Saw. dan mampu menerjemahkan kecintaan tersebut dalam perilaku nyata. Rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru, menjaga hubungan baik dengan sesama, menjauhi perilaku buruk, serta berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat merupakan bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah.
Dengan demikian, Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperkuat komitmen dalam membentuk generasi muda yang religius, berkarakter, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. ( Taswati )
