Bimluh di Muslimat Masjid Nurussalafiyah, Penyuluh Sampaikan Tentang Sikapi Ujian Dengan Sabar dan Ridlo
Oleh KUA KEMRANJEN
Kemranjen — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Penyuluh Agama Islam KUA Kemranjen, Wafiqul Umam (Wafi), melaksanakan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) pada pertemuan Muslimat Masjid Jami Nurussalafiyah. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 jamaah. Sabtu (29/08)
Dalam penyuluhannya, Wafi mengangkat tema “Menyikapi Ujian dengan Sabar dan Ridlo”. Ia mengajak jamaah untuk memahami bahwa setiap manusia akan menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan. Ujian bukan semata-mata bentuk kesulitan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Ketika mendapatkan ujian, seorang muslim hendaknya menghadapinya dengan sabar, tetap berikhtiar, serta menerima ketentuan Allah dengan penuh keridloan. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi tetap berusaha sambil menyerahkan hasilnya kepada Allah,” tutur Wafi.
Lebih lanjut, Wafi mengingatkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai cobaan merupakan pelajaran penting bagi umat Islam. Kesabaran, keteguhan hati, dan sikap ridlo yang ditunjukkan Rasulullah SAW menjadi contoh dalam menghadapi persoalan kehidupan.
Kegiatan Bimluh berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah mengikuti materi dengan antusias, sekaligus menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meningkatkan kualitas keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan jamaah Muslimat Masjid Jami Nurussalafiyah mampu menghadapi setiap ujian kehidupan dengan kesabaran, keridloan, dan senantiasa mengambil hikmah dari setiap ketentuan Allah SWT.(W)
