HUT RI #81

Bimbingan Penyuluhan Pemberdayaan Ekonomi Umat Digelar untuk Perkuat Kemandirian Warga Pedesaan

Oleh Pokjaluh
SHARE

Banyumas – Bimbingan Penyuluhan Pemberdayaan Ekonomi Umat digelar di Majelis Taklim Fatimatuzzahra, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, pada Jum'at 2 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi warga pedesaan melalui pemahaman tentang pengelolaan keuangan, pemanfaatan potensi lokal, dan semangat berwirausaha yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Para jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Senin (05/10)

Penyuluhan disampaikan oleh Joharulloh, Penyuluh Agama Islam KUA Wangon yang dalam pemaparannya menekankan bahwa kemandirian ekonomi merupakan bagian penting dari kekuatan umat. Ia menjelaskan bahwa masyarakat desa sebenarnya memiliki banyak potensi, mulai dari hasil pertanian, kerajinan, hingga usaha rumahan, yang bila dikelola dengan baik dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. "Umat yang kuat adalah umat yang mandiri secara ekonomi. Potensi desa Wlahar sangat besar, tinggal bagaimana kita mau memulai, mengelola dengan amanah, dan saling menguatkan satu sama lain," ujar Joharulloh.

Dalam materinya, Joharulloh juga mengajak jamaah untuk menerapkan prinsip jujur, amanah, dan bertanggung jawab dalam setiap usaha. Ia mendorong warga agar tidak ragu memulai usaha kecil dari apa yang dimiliki, serta menghindari praktik keuangan yang merugikan seperti utang konsumtif berlebihan dan pinjaman yang menjerat. Menurutnya, ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan disertai tawakal akan membawa keberkahan dalam rezeki.

Kegiatan yang berlangsung di majelis taklim ini juga diwarnai sesi diskusi dan tanya jawab. Para jamaah, khususnya ibu-ibu, aktif menyampaikan pertanyaan seputar cara memulai usaha rumahan, mengatur keuangan keluarga, hingga memasarkan produk agar dapat menjangkau pembeli yang lebih luas. Narasumber menanggapi setiap pertanyaan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga desa, sehingga mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Fatimatuzzahra dan masyarakat Desa Wlahar semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian keluarga. Majelis taklim dinilai menjadi wadah yang tepat, tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga untuk membangun kesadaran dan kerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. Penyuluhan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkala agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh warga pedesaan. (jhr)