Bekal Kiat Mewujudkan Keluarga Sakinah bagi Pasangan Muda
Oleh HUMAS
Karanglewas – Kantor Urusan Agama (KUA) Karanglewas terus berkomitmen memberikan pendampingan berkualitas bagi masyarakat yang akan memasuki bahtera rumah tangga. KUA Karanglewas menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri yang diikuti oleh pasangan calon pengantin (catin), Agus dan Virda, asal Desa Pasir Kulon. Jumat (10/04)
Kegiatan yang berlangsung di ruang layanan KUA ini bertujuan untuk memberikan pondasi mental dan spiritual yang kuat bagi para catin agar mampu menghadapi dinamika kehidupan berkeluarga di masa depan.
Penyuluh Agama Islam KUA Karanglewas, Alfiatun, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau mengupas tuntas kiat-kiat strategis dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Menurutnya, kebahagiaan rumah tangga tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan oleh kedua belah pihak.
"Kunci utama dalam berumah tangga adalah komunikasi yang sehat. Seringkali konflik muncul bukan karena masalah besar, tapi karena cara berkomunikasi yang kurang tepat. Selain itu, saling pengertian dan komitmen yang teguh adalah perekat yang menjaga hubungan tetap harmonis meski diterpa ujian," jelas Alfiatun.
Materi bimbingan tidak hanya menyentuh aspek emosional, tetapi juga memberikan gambaran mengenai manajemen konflik dan pembagian peran dalam keluarga sesuai dengan tuntunan syariat dan regulasi negara. Bimwin Mandiri ini menjadi ruang diskusi interaktif bagi pasangan Agus dan Virda untuk bertanya mengenai tantangan nyata yang mungkin dihadapi setelah akad nikah.
Alfiatun berharap, melalui pembekalan singkat namun padat ini, pasangan asal Pasir Kulon tersebut dapat lebih siap secara lahir dan batin. "Kita ingin mencetak keluarga-keluarga baru yang tangguh dan penuh keberkahan, sehingga mampu menjadi bagian dari masyarakat yang berkualitas," tambahnya.
Kegiatan Bimwin Mandiri merupakan bagian dari inovasi layanan KUA Karanglewas untuk memastikan setiap pasangan pengantin mendapatkan hak edukasi pranikah secara merata. Dengan persiapan yang matang, diharapkan angka perselisihan rumah tangga dapat diminimalisir dan visi keluarga sakinah dapat terwujud nyata.
