HUT RI #81

Abdimas Kwarcab Banyumas Matangkan Kemah Bakti, MTsN 3 Banyumas Jadi Bagian Penting Persiapan ETK

Oleh MTSN3 Banyumas
SHARE

Banyumas – Persiapan menuju pelaksanaan Kemah Bakti Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Banyumas terus dimatangkan. Pengurus Abdimas Kwarcab Banyumas yang dipimpin Tomi menggelar rapat konsolidasi untuk memastikan seluruh kebutuhan kegiatan siap sebelum pelaksanaan. Pertemuan yang berlangsung di Ruang BK MTs Negeri 3 Banyumas tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pihak yang terlibat. Hadir dalam koordinasi tersebut Ery Kusnanto sebagai perwakilan MTsN 3 Banyumas sekaligus Waka Abdimas Kwarran Sumbang, mewakili Kepala Madrasah, Sudir, yang sedang melaksanakan dinas luar, Ma'sum selaku Ketua RT wilayah Desa Silado, tiga anggota Abdimas Kwarcab Banyumas, serta lima perwakilan Abdimas Kwarran Sumbang. Senin (31/08)

Kemah Bakti Pramuka tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Abdimas Kwarcab Banyumas yang tidak hanya menjadi sarana berkegiatan bagi anggota Pramuka, tetapi juga menjadi momentum nyata untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Lebih istimewa lagi, Kemah Bakti tahun ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong Estafet Tunas Kelapa (ETK) yang akan dilanjutkan dengan prosesi serah terima dari Kwarcab Purbalingga kepada Kwarcab Banyumas. Dengan demikian, kemah bukan sekadar aktivitas bermalam di alam terbuka, melainkan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk hadir, berbaur, dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Semangat pengabdian tersebut akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial di Desa Silado. Para peserta nantinya akan diterjunkan langsung untuk melakukan sejumlah aksi bakti, mulai dari pengecatan masjid dan mushola, pembersihan makam sekaligus pengecatan tembok makam, pengecatan jembatan dan bruk, hingga pengecatan tanda-tanda lalu lintas di sekitar Jalan Raya Silado. Selain kegiatan sosial dan lingkungan, peserta juga akan mendapatkan ruang untuk mengekspresikan kreativitas melalui pentas seni. Beragam kegiatan tersebut dirancang agar kehadiran Pramuka benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi peserta dalam membangun kepedulian, gotong royong, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap lingkungan sekitar.

Dalam rapat konsolidasi, pembahasan difokuskan pada kesiapan teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib dan aman. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain persuratan, kesiapan MCK, perizinan tempat, sekretariat, hingga skenario penggunaan lokasi. Mengingat jumlah peserta diperkirakan cukup besar, panitia mempertimbangkan penggunaan dua lokasi sekaligus, yakni Lapangan Desa Silado dan halaman MTsN 3 Banyumas sebagai wujud satuan terpisah. Koordinasi lintas pihak pun menjadi sangat penting agar kebutuhan peserta, panitia, maupun masyarakat sekitar dapat terakomodasi dengan baik selama kegiatan berlangsung.

Keterlibatan MTsN 3 Banyumas dalam rangkaian kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan kepanduan dan pengabdian masyarakat. Kehadiran Ery Kusnanto dalam rapat mewakili madrasah menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang solid antara pihak madrasah, Abdimas Kwarcab Banyumas, Kwarran Sumbang, dan masyarakat Desa Silado. Dukungan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaksanaan Kemah Bakti yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kak Tomi pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan dan doa restu. “Kami mohon dukungan dan doa restu. Semoga Kemah Bakti ini bisa berjalan sukses dan menjadi bekal juga untuk menyambut ETK,” pungkasnya.

Kemah Bakti akhirnya bukan hanya tentang mendirikan tenda dan bermalam di lapangan. Ia adalah tentang bagaimana Pramuka hadir membawa karya, menyentuh masyarakat dengan pengabdian, dan meninggalkan kebaikan di tempat yang disinggahi. Dari Desa Silado, semangat itu akan terus bergerak menuju momentum Estafet Tunas Kelapa, membawa pesan bahwa tunas yang baik tidak cukup hanya tumbuh, tetapi harus mampu memberi manfaat bagi sekitarnya. Ketika tangan-tangan Pramuka mengecat kembali tempat ibadah, merawat makam, memperindah jembatan, dan menjaga keselamatan jalan, di sanalah nilai Dasa Darma menemukan bentuk nyatanya: belajar untuk mengabdi, bergerak untuk berbagi, dan hadir untuk negeri.(HumasMTsN3/EryK).